Recents in Beach

Anda Terkena Kanker Tenggorokan? Jangan Khawatir! Berikut Cara Mengatasi Kanker Tenggorokan.

Sumber: Kumparan.com
Setiap pasien yang menderita kanker tenggorokan biasanya membutuhkan pengobatan yang beragam. Cara mengatasi kanker tenggorokan yang terbaik tergantung pada kondisi kesehatan penderita, lokasi tumbuhnya kanker, serta stadium kanker tenggorokan.
 
Cara mengatasi kanker tenggorokan

Serangkaian pengobatan ini dilakukan bertujuan untuk menyingkirkan tumor, menjaga kanker agar tidak menyebar, dan melindungi kemampuan Anda untuk menelan dan berbicara. Nah, pengobatan kanker tenggorokan ini akan berdasarkan pada hal-hal berikut ini.

  1. Stadium kanker.
  2. Letak kanker.
  3. Kesehatan umum.
Berikut ini beberapa langkah penanganan yang umumnya dilakukan oleh dokter pada penderita kanker tenggorokan.

1. Radiasi.

Pengobatan radiasi ini menggunakan sinar yang memiliki energi tinggi guna untuk membunuh sel-sel kanker. Radiasi dapat diberikan di dalam tubuh dengan biji radioaktif yang diletakkan di dekat kanker tenggorokan, atau diberikan di luar tubuh dengan mesin. Terkadang  radiasi menjadi satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan untuk kanker yang masih berada di stadium awal. Namun, radiasi juga dapat digunakan dengan kemoterapi atau operasi untuk mengobati tahap lanjut dari kanker.

2. Pembedahan.

Pembedahan ini dapat dilakukan melalui sayatan dengan pisau bedah. Hal ini dilakukan dengan cara memasukan tabung endoskopi melalui mulut atau dengan bantuan laser. Keadaan  kanker tenggorokan yang masih sangat dini biasanya dapat diambil dengan endoskopi atau laser.

Saat kanker telah berjalan lebih lanjut di seluruh laring, dokter akan melakukan prosedur pembedahan. Karena jika tidak segera ditangani, kemampuan Anda untuk berbicara, bernapas dan menelan akan terganggu. Dalam hal ini dokter biasanya menggunakan jaringan dari tempat lain dalam tubuh untuk membangun kembali bagian tenggorokan yang hilang untuk membantu menelan.

Apabila dilakukan pengangkatan pita suara, ahli bedah akan mengoperasi dengan cara melubangi leher, yang disebut stomata, sehingga pasien dapat bernapas. Di samping itu apabila kanker telah menyebar jauh hingga leher, dokter bedah dapat melakukan operasi untuk mengangkat kelenjar getah bening.

3. Obat Kemoterapi.

Pengobatan kemoterapi dilakukan bertujuan untuk membunuh kanker tenggorokan dan menghentikan penyebarannya. Metode ini biasanya dilakukan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor, atau setelah operasi untuk menjaga penyakit datang kembali. Nah, terdapat beberapa obat kemoterapi yang dapat membuat hasil radiasi menjadi lebih baik. Obat terapi yang ditargetkan ini kemungkinan bisa merusak sel-sel kanker dengan memblokir zat yang mereka butuhkan untuk tumbuh.

Nah, dilansir dari laman Doktersehat, berikut ini hal-hal yang dapat membantu mengatasi rasa sakit selama atau setelah perawatan.

  1. Menunjukkan cara untuk merawat stoma.
  2. Mengajarkan Anda untuk berbicara jika Anda tidak memiliki pita suara.
  3. Mengajari untuk menelan atau makan lebih mudah.
Langkah-langkah untuk mempercepat pemulihan kanker tenggorokan

Pengobatan mungkin menjadikan keadaan Anda sangat lemah. Oleh karena itu, aturlah waktu istirahat Anda dengan baik, luangkan waktu untuk berolahraga, dan konsumsi makanan sehat, seperti buah-buahan dan sayuran.

Di samping itu, Anda juga harus berhenti dengan kebiasaan buruk merokok dan minum alkohol. Karena merokok dan minuman beralkohol dapat membuat perawatan menjadi kurang efektif dan mereka dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker lain.

Kanker tenggorokan memiliki angka kesembuhan yang berhasil jika didiagnosis pada stadium awal, tetapi jika sel ganas telah menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti di luar leher dan kepala, kanker tenggorokan mungkin sulit disembuhkan. Namun, pasien dapat memperlambat perkembangan kanker tenggorokan dengan melakukan serangkaian perawatan yang telah diuraikan di atas.

Dilansir dari Alodokter, bahwa metode penanganan kanker tenggorokan ternyata dapat menimbulkan berbagai komplikasi maupun efek samping, seperti terganggunya kemampuan berbicara, menelan atau makan. Nah, sebelum menjalani penanganan medis tertentu, disarankan untuk mendiskusikannya terlebih dahulu dengan dokter mengenai seluruh risikonya.

Posting Komentar

0 Komentar